Kualitas Pupuk dalam Usaha Pertanian dan Perkebunan

Kualitas pupuk harus mengacu pada pencapaian International Standar Quality sehingga dapat bersaing di pasaran internasional. Berikut beberapa standar internasional untuk semua jenis pupuk (ISO-Guide 25, Australia 1994).
1. ISO 9002 SGS Yearsly 1995
2. ISO 14001 SGS 1997
3. ISO 14001 Sucofindo 1997
4. ISO 9001 Sucofindo 1999

Standar mutu pupuk Indonesia (SNI) berdasarkan jenisnya antara lain sebagai berikut.

  1. Pupuk Nitrogen :
    • Ammonium Sulfat (ZA)
    • Nitrogen dari Ammonium (dihitung sebagai N): min. 21,0%
    • Asam bebas (dihitung sebagai H2SO4) : max. 0,4%
    • Urea
    • Nitrogen (dihitung sebagai N) : min. 46,0%
    • Biuret : max. 1,0%
  2. Pupuk Fosfat :
    • Super Fosfat Rangkap (DS)
    • Fosfat larut dalam air (dihitung sebagai P2O5) : min. 38,0%
    • Super Fosfat Triple (TSO)Fosfat larutan dalam asam sitrat (dihitung sebagai P2O5) : min. 46,0%
    • Fosfat Alam
    • Fosfat larut dalam asam mineral (dihitung sebagai P2O5): min. 20,0%
    • Kehalusan Mesh 80 : min. 60,0%
  3. Pupuk Kalium :
    1. Kalium Chlorida
    2. Kalium (dihitung sebagai K2O) : min. 60,0%
  4. Pupuk Compound :
    • Ammonium Fosfat
    • Amofas 1 (SS16-20)
    • Nitrogen dari Ammonium (dihitung sebagai N) : min. 16,0%
    • Fosfat (dihitung sebagai P2O5) : min. 20,0%
      • Amofas II
      • Nitrogen dari Ammonium (dihitung sebagai N) : min. 10,0%
      • Fosfat (dihitung sebagai P2O5) : min. 46,0%
      • Kalium Nitrat 75 %
      • Nitrogen dari Nitrat (dihitung sebagai N) : min. 12,5%
      • Kalium (dihitung sebagai K2O) : min. 42,0%

Sumber : “Pupuk dan Pemupukan pada Tanaman Pangan”, Kerjasama Ditjen Pertanian Tanaman Pangan dengan Asosiasi Produsen Pupuk Indonesia/APPI).

Untuk menjaga kualitas produk pupuk perlu juga dilakukan uji di laboratorium dan uji komparatif di lapangan. Yang paling penting dari penetapan kualitas pupuk adalah kesesuaian unsur yang dikandung dengan jaminan yang tercantum dalam kemasan. Jika nilainya sama berarti kualitasnya tinggi. Semakin kecil di bawah nilai yang tercantum dalam kemasan, kualitasnya semakin jelek. Pupuk yang dibuat untuk tanaman tertentu perlu diuji dengan tanaman tertentu pula dan dibandingkan dengan standar pupuk. Pupuk yang baik juga ditentukan oleh keawetan pupuk selama penyimpanan. Pupuk yang berkualitas baik tidak mudah rusak bentuknya selama penyimpanan dalam gudang.

Pos ini dipublikasikan di Budidaya Tanaman Pangan. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s